LOMBOK BARAT – Dalam upaya mencetak generasi yang kompetitif di kancah internasional, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Lombok Barat resmi meluncurkan program terobosan baru berupa ekstrakurikuler English Club. Bertempat di lingkungan madrasah pada Rabu, 14 Januari 2026, kegiatan ini menjadi tonggak sejarah baru dalam pengembangan bakat dan minat siswa, khususnya dalam penguasaan bahasa asing sebagai alat komunikasi global.
Langkah ini diambil sebagai bentuk respon madrasah terhadap tantangan zaman yang menuntut kemampuan komunikasi lintas budaya. Dengan dimulainya program ini, MTsN 2 Lombok Barat berkomitmen untuk tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu bersaing dalam prestasi akademik dan soft skill yang relevan dengan kebutuhan masa kini.
Pada tahap awal peluncurannya, sebanyak 15 siswa terpilih mulai digembleng secara intensif dalam program ini. Para siswa tidak hanya diajarkan teori, tetapi langsung difokuskan pada praktik nyata yang mencakup empat pilar utama kemampuan berbahasa Inggris, yakni speaking (berbicara), writing (menulis), reading (membaca), dan listening (mendengar).
Kepala MTsN 2 Lombok Barat, H. Abdul Azis Faradi, M.Pd., menyatakan bahwa momen ini adalah peletakan pondasi penting bagi masa depan para santri. Menurutnya, kemampuan bahasa Inggris merupakan kunci pembuka jendela dunia yang harus dikuasai sejak dini.
“Sore tadi menjadi momen berharga bagi kita semua untuk meletakkan pondasi program English Club bagi siswa MTsN 2 Lombok Barat. Sebanyak 15 siswa mulai kita gembleng untuk menyalurkan bakat dan minat mereka melalui pembinaan intensif. Kami fokus pada satu kesatuan kompetensi, mulai dari speaking, writing, reading, hingga listening. Semua ini dirancang agar siswa memiliki kepercayaan diri tinggi dalam berkomunikasi,” tandas H. Abdul Azis Faradi saat meninjau langsung latihan perdana tersebut.
Inovasi Modul Mandiri dan Dukungan Tenaga Pendidik Kompeten
Keunggulan program English Club di MTsN 2 Lombok Barat ini juga didukung oleh ketersediaan perangkat ajar yang inovatif. Program ini dibina langsung oleh Sahdan, M.Pd., salah satu guru dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang memiliki kompetensi bahasa Inggris mumpuni.
Menariknya, Sahdan telah menyusun buku panduan khusus berupa modul percakapan sehari-hari (Daily Conversation) yang disesuaikan dengan lingkungan madrasah. Buku ini dibagikan secara cuma-cuma kepada para anggota English Club sebagai bentuk dukungan fasilitas dari pihak sekolah.
“Kami ingin memudahkan siswa. Buku percakapan sehari-hari ini saya susun agar mereka bisa langsung mempraktikkannya di lingkungan madrasah. Pihak madrasah juga sangat mendukung dengan menggratiskan buku ini bagi siswa yang tergabung dalam program. Tujuannya jelas, agar kendala materi tidak menghalangi niat mereka untuk belajar,” ungkap Sahdan, M.Pd. di sela-sela kegiatannya.
Filosofi Sukses: Sinergi 99 Persen Ikhtiar dan 1 Persen Doa
Membangun sebuah program unggulan diakui bukan perkara mudah. H. Abdul Azis Faradi tidak menampik bahwa memulai sesuatu yang positif seringkali dihadapkan pada tantangan besar, terutama dalam hal konsistensi dan adaptasi siswa yang harus mengikuti jadwal pembinaan di sore hari. Namun, ia menekankan bahwa dukungan penuh dari seluruh civitas akademika adalah kunci utama.
Ia meyakini bahwa keberhasilan sebuah program bergantung pada kolaborasi antara dewan guru, pembina, pelatih, dan kesiapan mental para siswa itu sendiri. Dukungan dari administrator hingga jajaran pendukung lainnya menjadi energi tambahan bagi keberlangsungan English Club.












