LOMBOK BARAT – Sebagai langkah awal yang krusial dalam pembangunan sarana ibadah, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Lombok Barat secara resmi melakukan penentuan arah kiblat untuk pembangunan Musholla Baitul Makmur. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 10 Januari 2026 ini menjadi bentuk ikhtiar pihak madrasah dalam memastikan ketepatan arah shalat sesuai dengan kaidah ilmu falak dan syariat Islam.
Dalam proses penentuan tersebut, MTsN 2 Lombok Barat menghadirkan para pakar dari Tim Falak Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram serta Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Islahuddini Kediri. Kehadiran tim ahli ini bertujuan untuk memberikan landasan ilmiah dan astronomis yang akurat sebelum struktur bangunan mulai dikerjakan secara permanen.
Penerapan Teknologi Modern dalam Pengukuran Astronomis
Proses pengukuran yang berlangsung di lokasi pembangunan Musholla Baitul Makmur dilakukan dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi. Tim Falak tidak hanya mengandalkan perhitungan manual, tetapi juga menggunakan peralatan falak modern seperti theodolit dan kompas presisi. Alat-alat tersebut dipadukan dengan data koordinat geografis lintang dan bujur lokasi madrasah untuk mendapatkan hasil yang absolut.
Ketua Program Studi Ilmu Falak UIN Mataram, Saleh Sofian, M.H., yang turun langsung ke lokasi menjelaskan bahwa akurasi arah kiblat merupakan elemen fundamental dalam pembangunan sebuah tempat ibadah. Menurutnya, pergeseran sedikit saja pada koordinat di titik lokasi dapat mengakibatkan selisih jarak yang cukup besar jika ditarik garis lurus hingga ke Ka’bah di Makkah.
“Akurasi arah kiblat sangat penting agar pelaksanaan ibadah shalat di musholla nantinya benar-benar menghadap ke Ka’bah secara tepat. Oleh karena itu, kami melakukan pengukuran dengan sangat teliti, memperhatikan koordinat geografis lokasi serta waktu pengamatan yang paling sesuai dengan posisi matahari,” ujar Saleh Sofian di sela-sela proses pengukuran.
Sinergi Akademisi dan Lembaga Pendidikan Islam
Kegiatan ini juga disaksikan langsung oleh Kepala Madrasah, panitia pembangunan, dewan guru, serta perwakilan komite madrasah. Sinergi antara MTsN 2 Lombok Barat dengan UIN Mataram serta STID Islahuddini Kediri menunjukkan komitmen lembaga pendidikan dalam melibatkan akademisi untuk urusan teknis keagamaan.
Abdul Khahar, M.H., selaku Ketua STID Islahuddini Kediri yang turut hadir bersama dua orang alumni Prodi Ilmu Falak UIN Mataram, menambahkan bahwa pelibatan mahasiswa dan alumni dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari pengabdian masyarakat. Penentuan arah kiblat ini memberikan edukasi langsung kepada warga madrasah mengenai pentingnya integrasi antara ilmu pengetahuan (sains) dan agama dalam kehidupan sehari-hari.
Harapan bagi Pembinaan Karakter Siswa
Kepala MTsN 2 Lombok Barat, H. Abdul Azis Faradi, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas bantuan dan profesionalisme yang ditunjukkan oleh tim ahli. Ia menekankan bahwa pembangunan Musholla Baitul Makmur merupakan hajat besar seluruh warga madrasah, termasuk komite dan wali murid, yang telah lama dinantikan kehadirannya.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Tim Falak dari UIN Mataram dan STID Islahuddini Kediri. Kami berharap hasil penentuan arah kiblat ini menjadi dasar yang kuat dalam pembangunan Musholla Baitul Makmur. Dengan arah yang sudah tepat, fasilitas ini nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh warga madrasah untuk kegiatan ibadah dan pusat pembinaan keagamaan,” ungkap H. Abdul Azis Faradi.












