Tes Urine Mendadak di Lapas Lombok Barat: 30 Petugas dan 25 WBP Dinyatakan Negatif

Lombok Barat – Sebanyak 30 pegawai dan 25 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Lombok Barat menjalani tes urine mendadak yang digelar pada Rabu (7/1). Dari hasil pemeriksaan tersebut, seluruh peserta dinyatakan NEGATIF narkoba, menegaskan komitmen Lapas Lombok Barat dalam menjaga lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka.KPLP) bersama Kepala Sub Seksi Keamanan, dengan dukungan Tim Satops Patnal serta Tim Medis Lapas Kelas IIA Lombok Barat. Tes urine dilakukan secara acak sebagai langkah preventif untuk menutup ruang penyalahgunaan narkoba di dalam Lapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi deteksi dini dalam mencegah gangguan keamanan dan ketertiban.

Baca Juga :  Polsek Lembar Intensif Patroli Malam, Antisipasi 3C dan Gangguan Kamtibmas

“Tes urine ini adalah bentuk pengawasan internal yang kami lakukan secara konsisten. Tujuannya jelas, memastikan seluruh jajaran dan Warga Binaan berada di lingkungan yang aman dan bebas dari narkoba,” tegasnya.

Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan agar Lapas tetap kondusif dan terjaga dari berbagai potensi pelanggaran. Tes urine juga menjadi bagian dari pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan pemasyarakatan.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Lombok Barat menegaskan dukungannya terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, sekaligus memperkuat komitmen untuk mewujudkan Lapas yang bersih dari narkoba, aman, dan berintegritas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *