Berita  

Stok Jagung Melimpah, Bhabinkamtibmas Gerung Kawal Distribusi Pangan

Stok Jagung Melimpah, Bhabinkamtibmas Gerung Kawal Distribusi Pangan

Lombok Barat, NTB – Dalam upaya menjaga stabilitas ketahanan pangan daerah, jajaran Polsek Gerung, Polres Lombok Barat, melakukan pengawasan intensif terhadap ketersediaan komoditas pangan. Melalui peran strategis Bhabinkamtibmas, Polri hadir langsung di tengah masyarakat untuk memastikan bahwa hasil panen petani, khususnya jagung, tersimpan dengan baik dan siap didistribusikan guna mendukung ketahanan pangan nasional.

Pada Selasa (13/1/2026), Bhabinkamtibmas Desa Beleka melaksanakan kegiatan monitoring langsung terhadap stok jagung di sejumlah gudang milik warga binaan. Langkah ini diambil sebagai respons atas pentingnya jagung sebagai salah satu komoditas unggulan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) yang membutuhkan pengawasan agar rantai distribusinya tetap terjaga dari hulu hingga ke hilir.

Komitmen Polri dalam Menjaga Ketahanan Pangan Nasional

Monitoring yang dimulai sejak pukul 13.00 WITA ini menyasar dua lokasi utama di Desa Beleka, yakni gudang milik UD. Sari Padi yang dikelola oleh saudara Muhnam, serta gudang penyimpanan milik saudara Rozi. Dalam pantauan di lapangan, terlihat aktivitas pengolahan jagung pasca-panen yang cukup padat. Sebagian jagung milik warga masih dalam proses penjemuran untuk mencapai kadar air yang ideal, sementara sebagian lainnya telah selesai dikemas dalam karung dan tersusun rapi di dalam gudang.

Baca Juga :  Bhabinkamtibmas Desa Montong Are Aktif Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

Kapolsek Gerung, AKP Lale Dewi Lungit Tanauran, mewakili Kapolres Lombok Barat, menegaskan bahwa kehadiran personel Polri di gudang-gudang pangan ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari instruksi pimpinan untuk terus membantu masyarakat serta melakukan pengecekan secara berkala terhadap stok jagung di wilayah desa binaan. Kami ingin memastikan bahwa stok pangan di tingkat produsen atau pengepul lokal tetap aman dan terjaga kualitasnya,” ujar AKP Lale Dewi Lungit Tanauran dalam pernyataan resminya.

Mengawal Serapan Jagung untuk Cadangan Pangan Pemerintah

Lebih lanjut, AKP Lale Dewi menjelaskan bahwa jagung merupakan komoditas strategis bagi perekonomian masyarakat di NTB. Keberadaan stok yang melimpah harus dibarengi dengan sistem penyerapan yang baik agar para petani tidak mengalami kerugian saat musim panen raya tiba.

Baca Juga :  Pentingnya GERABAH: Cegah Narkoba dan Bullying Sejak Dini di Lombok Barat

“Kami berharap melalui monitoring ini, hasil panen petani dapat terserap secara optimal, termasuk oleh pihak BULOG sebagai Cadangan Pangan Pemerintah. Dengan adanya pengawasan, kita juga bisa meminimalisir adanya praktik penimbunan yang dapat merugikan pasar dan masyarakat luas,” tambah AKP Lale Dewi.

Kehadiran Bhabinkamtibmas di lokasi gudang milik Muhnam dan Rozi juga bertujuan untuk memberikan rasa aman bagi para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di sektor pertanian. Interaksi langsung ini memungkinkan pihak kepolisian untuk mendengarkan kendala yang dihadapi oleh pemilik gudang, baik terkait keamanan maupun distribusi hasil bumi.

Memperkuat Sinergi Antara Polri dan Warga Desa Binaannya

Kegiatan pemantauan stok jagung ini berakhir dengan situasi yang kondusif. Hasil dari monitoring tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara Polri, khususnya Bhabinkamtibmas, dengan warga desa binaan semakin harmonis. Komunikasi dua arah yang terjalin dengan baik menjadi modal utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Desa Beleka.

Baca Juga :  Jelang Libur Akhir Tahun, Polsek Sekotong Siaga Jaga Wisatawan dari 3C & Narkoba

Saudara Muhnam, pemilik UD. Sari Padi, menyambut baik kehadiran pihak kepolisian di gudangnya. Menurutnya, perhatian dari aparat memberikan semangat tersendiri bagi para pelaku usaha pertanian di desa. Kehadiran polisi dianggap sebagai bentuk perlindungan sekaligus pendampingan agar aktivitas ekonomi warga tetap berjalan lancar tanpa gangguan keamanan.

Hingga berita ini diturunkan, stok jagung di Desa Beleka dilaporkan dalam kondisi mencukupi dan proses pengemasan terus berjalan untuk memenuhi permintaan pasar maupun kebutuhan cadangan pangan. Polsek Gerung berkomitmen akan terus melakukan kegiatan serupa secara berkelanjutan di desa-desa lain guna memastikan stabilitas pangan di wilayah hukum Polres Lombok Barat tetap terjaga sepanjang tahun 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *