Berita  

Polres Lobar Edukasi Warga Manfaatkan Lahan Pekarangan

Polres Lobar Edukasi Warga Manfaatkan Lahan Pekarangan

Lombok barat, NTB – Ketahanan pangan nasional kini menjadi salah satu prioritas strategis pemerintah yang memerlukan dukungan kolektif dari berbagai lini, termasuk aparat kepolisian di tingkat kewilayahan. Menjawab tantangan tersebut, Polsek Labuapi, Polres Lombok Barat, Polda NTB, mengambil langkah proaktif dengan menerjunkan personel Bhabinkamtibmas langsung ke tengah masyarakat untuk menggerakkan potensi pertanian mandiri di tingkat desa.

Pada Jumat (2/1/2026), suasana di Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, tampak lebih dinamis dengan hadirnya personel kepolisian yang berdialog intensif bersama para petani dan warga pemilik lahan. Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan sebuah misi untuk memperkuat stabilitas pangan melalui optimalisasi sumber daya lokal yang selama ini sering terabaikan, yakni lahan pekarangan kosong dan lahan tidur.

Sinergi Kepolisian dan Masyarakat dalam Sektor Pertanian

Langkah nyata yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Labuapi ini merupakan manifestasi dari peran kepolisian sebagai penggerak sekaligus motivator pembangunan di wilayah pedesaan. Fokus utama dalam giat kali ini adalah memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya kedaulatan pangan yang dimulai dari lingkup terkecil, yaitu rumah tangga. Dengan memanfaatkan setiap jengkal tanah yang tersedia, masyarakat diharapkan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pasokan pasar untuk kebutuhan pangan dasar.

Baca Juga :  Akhir Pekan Berakhir Pahit! 78 Pelanggar Terjaring Operasi Rinjani, Ini Pesan Kasatlantas

Kapolsek Labuapi, Polres Lombok Barat, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam program ini adalah bentuk komitmen penuh terhadap kebijakan pemerintah pusat. Menurutnya, kepolisian memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan masyarakat memiliki daya tahan yang kuat, terutama dalam menghadapi dinamika ekonomi yang berdampak pada harga pangan.

“Kami melalui personel Bhabinkamtibmas terus berupaya hadir di tengah masyarakat untuk memberikan motivasi. Tujuannya jelas, agar masyarakat lebih kreatif dan produktif dalam memanfaatkan lahan pekarangan kosong yang mereka miliki. Ini adalah solusi efektif untuk menjaga stabilitas ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga maupun desa,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa dalam keterangannya.

Mengubah Lahan Tidur Menjadi Kawasan Produktif

Pemanfaatan lahan tidur dipandang sebagai strategi jitu dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Selama ini, banyak area terbuka di sekitar hunian warga yang hanya ditumbuhi rumput liar atau menjadi tempat pembuangan sampah organik yang tidak terkelola. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, Bhabinkamtibmas mengajak warga untuk menyulap area tersebut menjadi kebun sayur-mayur, tanaman obat keluarga, hingga budidaya komoditas pangan lainnya yang memiliki nilai ekonomis.

Baca Juga :  Satgas Banops Polres Lombok Barat Cek Kesiapan Peralatan dan Kendaraan Dalmas Jelang Pemilu 2024

Proses transformasi ini memang memerlukan perubahan pola pikir dari masyarakat. Oleh karena itu, edukasi mengenai teknis pemanfaatan lahan menjadi agenda rutin yang disampaikan oleh para petugas di lapangan. Partisipasi aktif warga menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Tanpa adanya kesadaran dari masyarakat untuk mandiri secara pangan, program-program strategis pemerintah akan sulit mencapai hasil yang optimal di tingkat akar rumput.

Iptu I Nyoman Rudi Santosa menambahkan bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat harus terus dipupuk demi tercapainya kemandirian wilayah. Ia menekankan bahwa keberhasilan di satu desa dapat menjadi rujukan atau pilot project bagi wilayah lain di Kabupaten Lombok Barat. Pendampingan yang dilakukan oleh Polri tidak akan berhenti pada tahap imbauan saja, melainkan akan terus dipantau perkembangannya secara berkala.

Baca Juga :  Polres Loteng Gelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke - 116

“Warga diharapkan dapat mengubah area terbuka yang tidak terpakai menjadi lahan produktif yang mampu menghasilkan komoditas pangan secara mandiri. Kami ingin sinergi antara aparat dan masyarakat semakin kuat, sehingga ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Lombok Barat dapat terjaga dengan optimal dan berkelanjutan,” lanjutnya mempertegas tujuan jangka panjang kegiatan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *