MATARAM, NTB – Komandan Korem 162/Wira Bhakti, Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, memimpin langsung Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan Tradisi Laporan Korps Komandan Batalyon Infanteri 742/Satya Wira Yudha yang digelar di Lapangan Trisula Yonif 742/SWY, Senin (5/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari mekanisme pembinaan organisasi TNI Angkatan Darat dalam rangka menjaga kesinambungan kepemimpinan dan stabilitas komando satuan.
Dalam upacara tersebut, Letkol Inf. Yugi Prastawa, S.I.P., M.I.P., secara resmi menyerahkan jabatan Komandan Yonif 742/SWY kepada Letkol Inf. Dedy Risdiantoro, S.I.P. Pergantian pimpinan ini dilaksanakan sesuai agenda satuan Korem 162/WB serta berpedoman pada tradisi dan ketentuan internal TNI AD sebagai wujud pembinaan personel dan satuan yang berkelanjutan.
Dalam amanatnya, Danrem 162/Wira Bhakti menegaskan bahwa serah terima jabatan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum strategis dalam pembinaan organisasi. Pergantian kepemimpinan diharapkan mampu menghadirkan semangat baru, meningkatkan kinerja satuan, serta memperkuat profesionalisme prajurit dalam menghadapi dinamika tugas ke depan.
Danrem juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pejabat lama atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian selama memimpin Yonif 742/Satya Wira Yudha. Kepada pejabat baru, Danrem berpesan agar segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas, memahami karakter prajurit serta wilayah penugasan, dan melanjutkan program pembinaan satuan yang telah berjalan dengan baik.
“Jabatan adalah amanah dan kehormatan yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada pimpinan dan institusi, tetapi juga kepada bangsa, negara, dan Tuhan Yang Maha Esa. Laksanakan tugas dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan integritas,” tegas Danrem.
Rangkaian upacara berlangsung khidmat dan tertib dan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar, serta penuh makna sebagai wujud komitmen TNI AD dalam menyiapkan kepemimpinan satuan yang solid, profesional, dan siap melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.












