Lombok Utara — Warga Dusun Panggung Barat, Desa Selengen, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, diguncang peristiwa memilukan. Seorang bayi perempuan ditemukan tergeletak di teras rumah warga dalam kondisi terbungkus plastik, Kamis (8/1/2026). Polisi memastikan bayi tersebut diduga kuat sengaja dibuang oleh orang tuanya.
Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta melalui Kapolsek Kayangan IPTU Zainuddin menegaskan, kasus ini kini menjadi perhatian serius kepolisian karena menyangkut dugaan tindak pidana penelantaran bayi.
“Ini bukan peristiwa biasa. Ini dugaan kuat perbuatan pidana. Bayi ini dibuang dalam kondisi hidup dan sengaja ditinggalkan. Kami sedang melakukan penyelidikan untuk memburu pelakunya,” kata IPTU Zainuddin.
Bayi malang itu pertama kali ditemukan oleh seorang ibu rumah tangga, Kadek Sujani (45), sekitar pukul 10.00 WITA. Saat itu, saksi tengah menjemur pakaian di halaman rumahnya ketika mendengar suara tangisan mencurigakan dari arah teras.
Ketika didekati, suara tersebut ternyata berasal dari sebuah kantong plastik putih yang diletakkan tepat di depan rumah. Warga yang berdatangan kemudian membuka plastik itu dan mendapati seorang bayi perempuan terbungkus selimut, mengenakan baju dan penutup kepala.
“Saksi langsung mengevakuasi bayi, membersihkan dengan air hangat, mengganti selimut, dan memberikan susu sebelum melapor ke kami,” ujar Zainuddin.
Sekitar pukul 12.15 WITA, petugas Polsek Kayangan mengevakuasi bayi tersebut menggunakan mobil patroli ke Puskesmas Kayangan untuk mendapatkan perawatan intensif di ruang bersalin.
Berdasarkan pemeriksaan awal tenaga medis, bayi itu diperkirakan berusia sekitar empat hari dan dalam kondisi relatif stabil.
“Kalau terlambat sedikit saja ditemukan warga, risikonya bisa fatal. Ini jelas perbuatan yang sangat tidak manusiawi,” tegas Kapolsek.
Pihak kepolisian menduga kuat bayi tersebut merupakan hasil hubungan di luar nikah dan sengaja dibuang untuk menghilangkan jejak.
Saat ini, jajaran Polsek Kayangan telah berkoordinasi dengan tenaga kesehatan dan melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas orang tua bayi, termasuk menelusuri kemungkinan persalinan ilegal di sekitar wilayah tersebut.
“Kami akan kejar pelakunya. Siapa pun yang tega melakukan ini akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” kata Zainuddin.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait ibu atau pihak yang baru melahirkan dalam beberapa hari terakhir agar segera melapor.
“Partisipasi masyarakat sangat kami harapkan. Ini soal kemanusiaan dan keadilan bagi bayi ini,” ujarnya.












