Lombok Tengah — Kantor SAR Mataram melalui Tim Rescue Unit Siaga SAR Mandalika melaksanakan operasi pencarian hari kedua terhadap satu orang korban yang diduga terseret arus Sungai Melau, Dusun Mapasan, Desa Serage, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, pada Rabu (21/01).
Informasi awal kejadian diterima dari Rahman, anggota BPBD Lombok Tengah. Berdasarkan laporan yang diterima, korban atas nama Pawan (69), warga Dusun Mapasan, Kec. Praya Barat Daya, Kab. Lombok Tengah, dilaporkan meninggalkan rumah pada Selasa (20/01) sekitar pukul 05.00 WITA. Warga kemudian menemukan jejak kaki serta pakaian korban di tepi Sungai Melau. Pencarian awal telah dilakukan oleh masyarakat sekitar sebelum kejadian tersebut dilaporkan ke Unit Siaga SAR Mandalika untuk meminta bantuan SAR.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pada Selasa (20/01) siang Tim Rescue Unit Siaga SAR Mandalika diberangkatkan menuju lokasi kejadian dan langsung berkoordinasi dengan unsur terkait untuk melaksanakan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian dengan kondisi cuaca hujan ringan.
Hingga hari ini, Rabu (21/01) memasuki hari kedua pencarian, Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan penyisiran sungai. Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, melalui Koordinator Unit Siaga SAR Mandalika, Arya Made Kresna, menyampaikan bahwa upaya pencarian akan dimaksimalkan dengan memperluas area penyisiran di sepanjang aliran sungai.
“Pencarian kami lanjutkan dengan penyisiran sejak pagi tadi di sepanjang aliran Sungai Melau, rencana sejauh 19,7 kilometer,” ungkap Arya.
Dalam operasi ini, Tim SAR Gabungan berupaya maksimal dengan menambah jumlah personel dari Kantor SAR Mataram serta melibatkan unsur TNI, Polri, Damkar Lombok Tengah, BPBD Lombok Tengah, masyarakat setempat dan pihak terkait lainnya.












