Kejutan Awal Tahun: Damkar Lombok Barat Evakuasi Ular Sanca 2,5 Meter dari Bengkel Mobil di Narmada

LOMBOK BARAT – Mengawali lembaran baru di tahun 2026, petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Lombok Barat langsung dihadapkan pada aksi penyelamatan yang menegangkan. Bukan memadamkan api, tim rescue Damkar harus berjibaku mengevakuasi seekor ular piton (Sanca Batik) berukuran besar yang menyusup ke dalam sebuah bengkel kendaraan roda empat di wilayah Kecamatan Narmada pada Jumat pagi (2/1/2026).

Insiden ini menjadi catatan evakuasi satwa liar pertama bagi Damkar Lombok Barat di awal tahun ini. Kehadiran reptil sepanjang 2,5 meter tersebut sempat memicu keresahan Pemilik bengkel.

Peristiwa bermula ketika pemilik bengkel, Beni Irawan, yang berlokasi di Dusun Telage Ngembeng, Desa Nyurlembang, Kecamatan Narmada, hendak memulai aktivitas kerja rutinnya. Saat sedang merapikan peralatan bengkel, ia dikejutkan oleh lilitan tubuh ular yang bersembunyi di sela-sela tumpukan alat bengkel.

Baca Juga :  Patroli Dialogis Polsek Kediri: Mewujudkan Kamtibmas Kondusif Jelang Pilkada Serentak 2024

Menyadari risiko bahaya jika ditangani secara mandiri tanpa keahlian khusus, Beni segera menghubungi layanan darurat Dinas Pemadam Kebakaran Lombok Barat. Laporan tersebut diterima oleh pusat kendali Damkar pada pukul 10.08 WITA. Tanpa membuang waktu, satu unit mobil Rescue beserta personel terlatih langsung diterjunkan menuju lokasi kejadian.

Petugas menempuh perjalanan selama kurang lebih 30 menit dan tiba di lokasi pada pukul 10.40 WITA. Setibanya di sana, tim langsung melakukan sterilisasi area. sementara personel lainnya menyiapkan peralatan khusus guna mengevakuasi Ular tersebut.

Ular piton dengan berat mencapai 3 kilogram tersebut ditemukan dalam posisi melingkar di tengah peralatan mekanik. Diduga kuat, ular ini masuk ke dalam bengkel untuk mencari tempat persembunyian yang hangat atau mengincar hewan mangsa seperti tikus yang sering bersembunyi di area bengkel.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Lombok Barat, H. Suherman, dalam keterangannya menjelaskan bahwa tim di lapangan harus bergerak dengan ekstra hati-hati. Meskipun ular piton tidak berbisa, gigitan dan lilitannya tetap memiliki potensi bahaya serius bagi manusia.

Baca Juga :  Patroli Lalu Lintas Polres Lombok Barat: Jaga Ketertiban Pemilukada 2024

“Ini merupakan evakuasi pertama kami di awal tahun 2026. Tim di lapangan berhasil mengamankan seekor ular piton sepanjang 2,5 meter di bengkel milik Bapak Beni Irawan. Evakuasi dilakukan dengan prosedur standar menggunakan stick penjepit (grab stick) dan sarung tangan pelindung untuk memastikan keamanan petugas maupun satwa tersebut,” ujar H. Suherman saat dikonfirmasi media, Jumat (2/1/2026).

Proses evakuasi berlangsung cukup cepat berkat kesigapan petugas. Hanya dalam waktu singkat, ular berhasil dijepit bagian kepalanya dan dimasukkan ke dalam karung pengaman untuk kemudian dibawa ke kantor dinas sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat yang jauh dari pemukiman penduduk.

Kemunculan ular di area pemukiman pada bulan Januari seringkali dikaitkan dengan musim hujan dan siklus alami reptil. Kondisi lingkungan yang lembap serta meluapnya air dari saluran irigasi atau hutan terdekat sering kali memaksa satwa liar keluar dari sarangnya untuk mencari tempat yang lebih kering atau mencari sumber makanan baru di sekitar rumah warga.

Baca Juga :  Bunda Sinta Apresiasi Gerakan MTN dan SAG, Beri Dukungan Penuh untuk Literasi di NTB

 

H. Suherman mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan rutin membersihkan area sekitar rumah atau tempat usaha. Tumpukan barang bekas, semak belukar yang rimbun, serta adanya populasi tikus di dalam bangunan merupakan faktor utama yang menarik perhatian ular untuk masuk ke lingkungan manusia.

Kegiatan evakuasi di Dusun Telage Ngembeng ini dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 11.15 WITA setelah petugas memastikan tidak ada ular lain di sekitar lokasi. Beni Irawan selaku pemilik bengkel mengaku lega dengan respons cepat yang diberikan oleh tim Damkar Lombok Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *