LOMBOK BARAT – Sektor pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) mengawali tahun 2026 dengan catatan gemilang. Pada Jumat pagi (2/1/2026), kemegahan samudra menyambangi Pelabuhan Gili Mas, Lembar, saat kapal pesiar mewah Ovation of the Seas milik Royal Caribbean resmi bersandar. Kehadiran kapal raksasa ini menandai kunjungan perdana wisatawan mancanegara melalui jalur laut di tahun baru, sekaligus menegaskan kesiapan infrastruktur maritim NTB dalam menyambut pasar pariwisata kelas dunia.
Kapal pesiar yang dikenal sebagai salah satu yang terbesar di dunia ini membawa sedikitnya 4.684 wisatawan mancanegara dari berbagai belahan dunia. Suasana di Terminal Gili Mas pun seketika berubah meriah saat ribuan turis mulai menuruni tangga kapal untuk mengeksplorasi keindahan alam dan kekayaan budaya Pulau Seribu Masjid.
Penyambutan kunjungan perdana ini dilakukan secara istimewa oleh Pemerintah Provinsi NTB. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, hadir langsung di dermaga didampingi Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Ahmad Nur Aulia, serta jajaran pemangku kepentingan terkait. Prosesi penyambutan diwarnai dengan pengalungan bunga sebagai simbol keramah-tamahan khas Lombok, diiringi dentuman ritmis musik tradisional Gendang Beleq yang memukau para tamu mancanegara.
Gubernur Lalu Muhamad Iqbal mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah di awal tahun. Ia menilai terpilihnya Lombok sebagai destinasi sandar pertama bagi kapal pesiar sebesar Ovation of the Seas adalah bukti kepercayaan dunia internasional yang semakin kuat terhadap keamanan dan daya tarik NTB.
“Kami menyambut hangat kehadiran ribuan wisatawan mancanegara ini. Kehadiran Ovation of the Seas di awal tahun 2026 bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan simbol kepercayaan dunia internasional terhadap pariwisata Lombok. Kami berharap momentum ini memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, mulai dari sektor transportasi, kuliner, hingga pelaku UMKM kerajinan kita,” ujar Gubernur Lalu Muhamad Iqbal di sela-sela acara penyambutan.
Ribuan wisatawan tersebut tidak hanya menetap di area pelabuhan. Berdasarkan agenda perjalanan, mereka tersebar ke sejumlah titik destinasi unggulan di Pulau Lombok. Sebagian besar wisatawan diarahkan menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika untuk melihat kemegahan sirkuit internasional, sementara sebagian lainnya memilih untuk menyelami kearifan lokal di Desa Adat Sade. Tidak ketinggalan, pusat perbelanjaan di Kota Mataram dan berbagai objek wisata alam juga menjadi target kunjungan singkat para pelancong kapal pesiar ini.
Dampak dari kunjungan masif ini dirasakan langsung oleh sektor jasa lainnya. Ratusan armada transportasi lokal dikerahkan untuk melayani mobilisasi wisatawan, dan para pemandu wisata (tour guide) lokal mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan narasi budaya Lombok secara mendalam.
Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ahmad Nur Aulia, menambahkan bahwa pihaknya telah memastikan seluruh destinasi siap menerima kunjungan dalam jumlah besar dengan pelayanan prima. “Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha pariwisata terus diperkuat. Kami ingin setiap wisatawan yang turun dari kapal pesiar ini membawa kesan mendalam tentang keramahan dan keindahan Lombok, sehingga mereka ingin kembali lagi di masa depan,” tuturnya.
Kunjungan Ovation of the Seas ini juga menciptakan rekor tersendiri bagi dunia maritim Indonesia. General Manager PT Pelindo Cabang Lembar mengonfirmasi bahwa kapal ini merupakan kapal pesiar terbesar yang pernah bersandar di pelabuhan mana pun di seluruh Indonesia. Kapabilitas Terminal Gili Mas yang mampu menampung kapal dengan bobot besar menjadi kunci keberhasilan penyandaran ini.












