Lombok Barat, NTB – Upaya memperkuat kedaulatan pangan nasional kini semakin masif dilakukan hingga ke tingkat akar rumput. Di wilayah Kabupaten Lombok Barat, langkah nyata ditunjukkan oleh jajaran kepolisian melalui pendampingan intensif kepada masyarakat desa. Fokus utama saat ini adalah mengubah lahan-lahan tidur yang selama ini tidak produktif menjadi sumber pangan yang bermanfaat bagi kebutuhan rumah tangga dan ekonomi lokal.
Pada Kamis (22/1), personel Bhabinkamtibmas Desa Labuapi turun langsung ke lapangan untuk meninjau sekaligus memotivasi warga binaannya dalam mengelola potensi pertanian di lingkungan sekitar. Langkah ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan bagian dari instruksi strategis Polri untuk memastikan program Ketahanan Pangan Nasional berjalan efektif dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat di pelosok desa.
Transformasi Lahan Pekarangan Menjadi Area Produktif
Kawasan pedesaan sering kali memiliki aset berupa lahan pekarangan atau tanah kosong yang belum tergarap maksimal. Melihat peluang tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Labuapi melakukan edukasi persuasif kepada warga untuk memulai budidaya tanaman pangan. Dalam peninjauan tersebut, terlihat beberapa titik lahan yang sebelumnya terbengkalai kini telah bertransformasi menjadi kebun jagung yang tertata rapi.
Kehadiran petugas kepolisian di tengah ladang memberikan warna tersendiri. Selain memberikan bantuan pemikiran terkait pola tanam, personel juga berperan sebagai jembatan komunikasi antara warga dengan pihak terkait jika ditemukan kendala dalam proses pertanian. Pendampingan ini diharapkan mampu menjaga konsistensi warga agar tidak berhenti di tengah jalan, mengingat ketahanan pangan memerlukan keberlanjutan proses dari masa tanam hingga panen.
Ragam Komoditas Pangan untuk Kesejahteraan Keluarga
Selain tanaman jagung yang menjadi komoditas utama, warga Desa Labuapi juga diarahkan untuk menanam berbagai jenis sayuran dan buah-buahan di area pekarangan rumah. Pola ini dinilai sangat efektif untuk membantu stabilitas ekonomi keluarga, terutama di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok di pasar. Komoditas seperti cabai, sayuran hijau, dan buah-buahan mulai terlihat tumbuh subur di area pemukiman warga.
Dengan memanfaatkan lahan sempit di sekitar tempat tinggal, masyarakat diharapkan mampu mencukupi kebutuhan gizi secara mandiri. Hal ini sejalan dengan misi pemerintah untuk menciptakan kedaulatan pangan yang dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga. Dampak jangka panjangnya, ketergantungan masyarakat terhadap pasokan pangan dari luar daerah dapat berkurang secara signifikan.
Komitmen Polri dalam Mendukung Kebijakan Pemerintah
Langkah proaktif yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas ini merupakan implementasi dari visi besar institusi Polri dalam mendukung agenda pembangunan pemerintah pusat. Kepolisian kini memiliki peran ganda, yakni selain menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), juga menjadi penggerak ekonomi produktif di wilayah hukum masing-masing.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa kehadiran personel di lapangan adalah wujud nyata dukungan terhadap kesejahteraan petani. Menurutnya, pemanfaatan lahan tidur adalah kunci untuk menghadapi tantangan pangan di masa depan.
“Kami terus mendorong personel Bhabinkamtibmas untuk proaktif mengawal program ini. Tujuannya jelas, yakni memastikan lahan-lahan yang sebelumnya tidak produktif dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Dengan adanya pendampingan ini, kami ingin warga merasa didukung dan termotivasi untuk terus berinovasi dalam mengelola lahan mereka,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa dalam keterangannya.












