Berita  

Bhabinkamtibmas Edukasi Warga Manfaatkan Lahan Pekarangan

Strategi Polsek Lembar Ciptakan Desa Mandiri Pangan

Lombok Barat, NTB – Institusi Kepolisian Sektor (Polsek) Lembar, di bawah naungan Polres Lombok Barat, terus berkomitmen mendukung program strategis nasional, khususnya dalam menjaga stabilitas dan ketersediaan pangan di tingkat akar rumput. Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas, pihak kepolisian kini gencar melakukan sosialisasi penguatan ketahanan pangan dengan menyasar masyarakat di wilayah pedesaan.

Langkah nyata ini terlihat dalam kegiatan kunjungan kewilayahan yang dilaksanakan oleh personel Bhabinkamtibmas Desa Lembar di Dusun Kebun Bongor pada Senin (5/1). Kegiatan tersebut bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan sebuah upaya edukatif untuk mengubah pola pikir masyarakat dalam mengelola potensi sumber daya alam yang ada di lingkungan sekitar hunian mereka.

Urgensi Kemandirian Pangan di Tingkat Rumah Tangga

Kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan mandiri menjadi fokus utama dalam sosialisasi ini. Mengingat dinamika ekonomi global yang tidak menentu, kemampuan rumah tangga untuk memproduksi pangan sendiri dianggap sebagai benteng pertahanan pertama dalam menghadapi potensi krisis. Oleh karena itu, Bhabinkamtibmas hadir memberikan motivasi agar warga tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen dalam skala kecil.

Baca Juga :  Antisipasi Lonjakan Beban, PLN NTB Gelar Apel Siaga Kelistrikan

Kapolsek Lembar, Ipda Ruslan, S.H., menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bertujuan untuk memastikan program pemerintah tersampaikan dengan baik hingga ke pelosok desa. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan pilar stabilitas keamanan wilayah yang saling berkaitan erat satu sama lain.

“Kami menginstruksikan seluruh personel, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk terus mendampingi warga dalam memaksimalkan potensi lokal. Tujuan utama kami adalah menciptakan kemandirian pangan yang dimulai dari tingkat rumah tangga, sehingga masyarakat memiliki daya tahan yang kuat terhadap fluktuasi harga kebutuhan pokok di pasar,” ujar Ipda Ruslan dalam keterangan resminya.

Optimalisasi Lahan Tidur Menjadi Lahan Produktif

Salah satu poin krusial yang ditekankan dalam pertemuan di Dusun Kebun Bongor adalah pemanfaatan lahan pekarangan kosong. Selama ini, banyak area terbuka di sekitar rumah warga yang dibiarkan tidak terurus atau sekadar menjadi lahan tidur. Melalui edukasi ini, petugas mendorong warga dan para petani untuk mengubah area tersebut menjadi “apotek hidup” atau sumber pangan keluarga yang produktif.

Petugas menyarankan agar warga menanam berbagai jenis tanaman bergizi yang memiliki nilai manfaat tinggi, seperti sayur-mayur, umbi-umbian, hingga tanaman obat. Dengan pengelolaan yang tepat, lahan yang sempit sekalipun dapat menghasilkan produk pangan berkualitas yang mampu memenuhi kebutuhan nutrisi harian keluarga tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasokan luar.

Baca Juga :  Gili Trawangan Geger! Turtle Rooftop Hostel Ditutup Paksa, Pemilik Minta Keadilan

Ipda Ruslan, S.H., menambahkan bahwa langkah ini juga memiliki dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat setempat. Beliau menekankan bahwa efisiensi pengeluaran rumah tangga dapat tercapai jika kebutuhan dasar pangan sudah tersedia di halaman rumah sendiri.

“Kami memberikan edukasi serta dorongan kepada warga dan para petani untuk lebih produktif dalam mengelola aset yang dimiliki. Fokus utama arahan tersebut adalah pemanfaatan lahan pekarangan kosong agar dapat dikelola secara optimal menjadi sumber pangan mandiri. Jika setiap rumah tangga mampu memproduksi sayur atau kebutuhan pokok sendiri, maka ketahanan ekonomi warga akan lebih stabil,” jelasnya.

Diversifikasi Melalui Budidaya Ternak Skala Kecil

Selain sektor pertanian, sosialisasi ini juga menyentuh aspek diversifikasi pangan melalui budidaya ternak. Masyarakat dimotivasi untuk mulai mengembangkan peternakan skala kecil, seperti unggas atau budidaya ikan dalam ember, sebagai upaya melengkapi pemenuhan kebutuhan protein keluarga. Pola integrasi antara pertanian dan peternakan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pangan yang berkelanjutan di Desa Lembar.

Baca Juga :  Ratusan Personel Polres Loteng Siaga Amankan Festival Bau Nyale 2025

Petugas di lapangan memberikan panduan praktis mengenai cara memulai budidaya sederhana yang tidak memerlukan modal besar namun memberikan hasil nyata. Pendekatan persuasif ini disambut baik oleh warga yang mulai menyadari bahwa keterbatasan lahan bukanlah penghalang untuk tetap produktif di tengah keterbatasan.

“Masyarakat juga dimotivasi untuk mulai mengembangkan budidaya ternak skala kecil sebagai upaya melengkapi pemenuhan kebutuhan protein keluarga. Kami ingin warga memiliki kemandirian, sehingga ke depannya Dusun Kebun Bongor dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam hal swasembada pangan tingkat desa,” tutup Ipda Ruslan.

Dengan adanya sinergi antara Polri dan masyarakat dalam program ketahanan pangan ini, diharapkan kesejahteraan warga Desa Lembar dapat meningkat seiring dengan terciptanya lingkungan yang produktif dan mandiri. Kegiatan ini rencananya akan terus dilakukan secara berkesinambungan di berbagai dusun lainnya di wilayah hukum Polres Lombok Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *