BeritaEdukasiGaya HidupTerkini

Aksi Dramatis Tengah Malam: Damkar Lombok Barat Evakuasi Ular Sanca dari Stang Motor di Gerung

×

Aksi Dramatis Tengah Malam: Damkar Lombok Barat Evakuasi Ular Sanca dari Stang Motor di Gerung

Sebarkan artikel ini

LOMBOK BARAT, NTB – Sebuah insiden mengejutkan dialami oleh seorang pengendara sepeda motor di wilayah Gerung, Lombok Barat. Seekor ular sanca yang meresahkan pemilik sepeda motor  dilaporkan masuk dan bersembunyi di dalam stang sepeda motor jenis Scoopy, memicu kepanikan dan membutuhkan penanganan khusus dari tim profesional.

Berkat respons cepat dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Lombok Barat, ular tersebut berhasil dievakuasi dengan aman dan terkendali. Peristiwa unik dan dramatis ini terjadi pada Sabtu malam, 29 November 2025, di Bundaran GMS, tepatnya di Dusun Mendagi, Desa Beleka, Kecamatan Gerung.

Kronologi Kejadian: Ular Sanca Bersembunyi di Stang Motor

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Lombok Barat, H. Suherman, menjelaskan secara rinci kronologi evakuasi tersebut. Beliau menyebutkan bahwa jenis penanganan kali ini adalah evakuasi satwa liar, yaitu ular sanca, yang telah masuk dan bersarang di bagian stang sepeda motor.

“Pada Sabtu malam, sekitar pukul 22.54 Wita, kami menerima panggilan darurat dari saudara Fajrul Iman,” jelas H. Suherman.

Pemilik motor, Fajrul Iman, yang mengendarai sepeda motor Scoopy tersebut, secara spontan menyadari ada pergerakan mencurigakan di bagian depan kendaraannya. Setelah diperiksa lebih dekat, ia terkejut melihat seekor ular sanca telah berada di dalam stang motornya.

“Saudara Fajrul, yang saat itu mengendarai motor Scoopy, dengan spontan melihat ular berada dalam stang motor. Karena tidak ingin mengambil risiko, ia segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Lombok Barat untuk meminta bantuan mengevakuasi ular,” tambah H. Suherman.

Gerak Cepat Damkar Menjaga Keselamatan

Setelah menerima laporan pada pukul 22.54 Wita, Tim Damkar Lombok Barat segera mengerahkan satu unit kendaraan dan personel terlatih menuju lokasi kejadian. Dalam waktu singkat, tim berhasil tiba di Bundaran GMS, Mendagi, Beleka, Gerung, pada pukul 23.00 Wita. Kecepatan respons ini sangat krusial, mengingat evakuasi dilakukan di malam hari dan melibatkan satwa liar yang berpotensi membahayakan.

Tim penanganan Damkar dengan sigap memulai proses evakuasi. Mereka menggunakan peralatan khusus yang sesuai standar operasional penanganan satwa, seperti tongkat ular (stick ular) dan sarung tangan pelindung.

“Proses penanganan dilakukan oleh tim yang sudah terlatih. Dengan menggunakan stick ular dan sarung tangan, ular sanca tersebut berhasil dievakuasi dengan aman dan terkendali. Tidak ada korban jiwa maupun cedera, baik pada pemilik motor maupun tim kami,” tegas H. Suherman.

Imbauan Kewaspadaan di Musim Hujan

Kejadian ular yang masuk ke dalam kendaraan atau area permukiman ini seringkali meningkat saat musim hujan. Satwa liar, seperti ular, cenderung mencari tempat kering dan hangat untuk berlindung, dan celah-celah kendaraan bermotor atau rumah kerap menjadi pilihannya.

H. Suherman mengimbau masyarakat Lombok Barat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan satwa liar di sekitar lingkungan mereka.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati, apalagi di musim penghujan. Jika menemukan ular atau satwa liar lain di rumah atau kendaraan, jangan mencoba menanganinya sendiri tanpa keahlian. Segera hubungi Dinas Pemadam Kebakaran Lombok Barat. Kami siap siaga 24 jam,” pungkas H. Suherman, menekankan bahwa tindakan profesional sangat penting untuk memastikan keselamatan diri sendiri dan satwa yang dievakuasi.

Keberhasilan evakuasi ular sanca dari stang motor ini mempertegas peran multifungsi Dinas Pemadam Kebakaran Lombok Barat, yang tidak hanya beraksi dalam penanggulangan kebakaran, tetapi juga dalam penyelamatan (reskue) satwa liar.