Lombok Barat – Sebagai salah satu upaya strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Lombok Barat, program pencarian bakat Forsa Idol, yang digagas oleh DPP Forsa (Fans of Rhoma Irama and Soneta), telah menjadi sorotan utama. Program ini bukan hanya sekadar wadah hiburan, tetapi juga menjadi landasan penting bagi para talenta muda di daerah untuk mengasah potensi dan memajukan kreativitas mereka dalam bidang musik, khususnya dangdut.
Menurut Abdul Majid, Anggota DPRD Kabupaten Lombok Barat sekaligus Ketua PAC Forsa Kecamatan Sekotong dan Lembar, Forsa Idol memberikan peluang besar bagi anak-anak muda Lombok Barat untuk tampil di panggung yang lebih luas. “Program seperti ini sangat penting untuk mendorong bakat-bakat lokal agar bisa berkembang dan bahkan bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.
Majid menekankan pentingnya program ini sebagai bagian dari penggerak utama ekonomi kreatif di Lombok Barat. Dangdut, sebagai musik yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Indonesia, kini diharapkan mampu mengangkat lebih banyak talenta muda dari Lombok Barat, yang tidak hanya dikenal di tingkat daerah, tetapi juga di kancah nasional. “Forsa Idol adalah kesempatan emas bagi mereka yang mungkin belum mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka,” tambah Majid.
Selain itu, Majid juga menyampaikan apresiasi kepada komunitas Forsa yang terus berupaya mengangkat seni dan budaya daerah. Dalam kunjungannya ke Basecamp Forsa NTB di Senyawah Angkringan Mataram, ia memperkuat jalinan kerjasama dengan para pengurus Forsa Lombok Barat dan komunitas setempat. “Kolaborasi antara pemerintah dan komunitas seni seperti Forsa sangat penting dalam menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” tegas Majid.
Sebagai bukti nyata dukungannya terhadap seni dan budaya lokal, Majid sebelumnya juga mengadakan lomba karaoke dangdut dalam rangka menyambut tahun baru 2024 di Warung Pantai Sangap, Desa Buwunmas, Kecamatan Sekotong. Lomba tersebut disambut dengan antusiasme tinggi dari masyarakat setempat. Hal ini menunjukkan betapa besar potensi musik di Lombok Barat yang memerlukan dukungan dan fasilitasi untuk terus berkembang.
Majid juga menekankan bahwa musik tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai alat promosi budaya yang dapat mendukung sektor pariwisata dan ekonomi lokal. “Dengan kegiatan musik seperti konser, rekaman, dan penjualan lagu, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi langsung dari kreativitas mereka,” ungkapnya. Musik, lanjutnya, memiliki kekuatan untuk mempromosikan kekayaan budaya Lombok Barat dan menarik wisatawan untuk datang berkunjung.
Majid menutup pernyataannya dengan harapan agar program-program seperti Forsa Idol terus dilaksanakan dan bahkan diperluas. “Kami mendukung penuh setiap inisiatif yang berfokus pada pengembangan potensi lokal, khususnya di bidang seni dan budaya. Melalui sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat, kami yakin dapat menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda kita,” pungkasnya.
Program Forsa Idol membuktikan bahwa dengan kreativitas, kita dapat membawa perubahan positif yang signifikan bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Semoga semakin banyak talenta berbakat dari Lombok Barat yang mampu mengharumkan nama daerah, baik di tingkat nasional maupun internasional.