Lombok Barat, NTB – Desa Lelede, Kecamatan Kediri, Lombok Barat, diwarnai dengan tradisi unik dalam pernikahan salah satu warganya.Pengantin Pria bernama Hulaimi bersama sang istri diarak dalam tradisi nyongkolan dengan mengenakan jubah haji. Rabu sore (22/5)
Tradisi nyongkolan merupakan tradisi mengarak pengantin pria dari rumah orang tua menuju rumah sang istri. Biasanya, pengantin pria diarak dengan berpakaian adat sasak yang diiringi dengan musik tradisional.
Namun, di Desa Lelede, tradisi nyongkolan kali ini berbeda. Hulaimi diarak dengan menggunakan jubah haji berwarna putih yang melambangkan kesucian dan ketaatan.
“Tradisi nyongkolan dengan menggunakan jubah haji ini merupakan permintaan dari pengantin Pria ,” ujarnya
Pengantin pria memilih untuk mengenakan jubah haji karena memiliki makna yang mendalam baginya. Menurutnya, jubah haji melambangkan kesucian dan ketaatan dalam pernikahan.
“Saya ingin pernikahan saya menjadi pernikahan yang suci dan penuh dengan ketaatan kepada Allah SWT,” ujar Hulaimi
di samping itu juga menggunakan pakaian jubah momentum suasana musim haji di bulan ini.
Tradisi nyongkolan dengan jubah haji ini menarik perhatian banyak warga Desa Lelede. Mereka antusias menyaksikan prosesi pernikahan yang unik ini.
“Tradisi ini baru pertama kali dilakukan di Desa Lelede. Ini merupakan tradisi yang sangat unik dan menarik,” ujar salah satu warga yang menonton prosesi nyongkolan.