Jakarta, 29 Februari 2024 – Dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan, Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) mengambil langkah inovatif dengan memanfaatkan limbah Yadnya Hari Raya Galungan di Pura Aditya Jaya Rawamangun untuk membuat Eco Enzyme.
Hari Raya Galungan, sebagai salah satu perayaan agama Hindu yang penting, seringkali meninggalkan sisa-sisa bahan yadnya yang sebelumnya hanya dibuang begitu saja. Kini, KMHDI melibatkan diri untuk mengumpulkan dan mendaur ulang limbah tersebut menjadi Eco Enzyme.
Eco Enzyme merupakan larutan organik bersumber dari buah-buahan yang memiliki banyak manfaat, termasuk sebagai pupuk organik dan pembersih alami. Proses produksi Eco Enzyme dari limbah Yadnya melibatkan fermentasi dengan bantuan molases, menciptakan produk ramah lingkungan yang dapat mendukung keberlanjutan lingkungan.
“Melihat kondisi disetiap momentum hari raya Hindu seperti galungan dan hari suci lainnya, menimbulkan banyak tumpukan limbah yang belum termanfaatkan secara maksimal, kami menginisiasi pemanfaatan limbah buahnya untuk dijadikan Eco Enzym yang lebih bermanfaat terhadap keberlanjutan lingkungan.” Ungkap Wayan Ardi Adnyana selaku Ketua Departemen Sosial Kemasyarakatan PP KMHDI
Langkah ini sejalan dengan semangat pelestarian alam dan keberlanjutan yang menjadi nilai inti ajaran Hindu. KMHDI berharap bahwa inisiatif ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Hindu dan komunitas lainnya untuk berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan melalui tindakan nyata.
Melalui gerakan ini, KMHDI mengajak partisipasi masyarakat Hindu untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitar mereka, salah satunya dengan mengurangi penggunaan bahan yadnya yang berbahan dasar plastik, sehingga kelestarian alam dapat kita jaga bersama.
” Melalui langkah kecil dan komitmen yang kuat, kami yakin berbagai persoalan lingkungan dapat dituntaskan, kami mengajak seluruh masyarakat Hindu untuk mulai mengurangi penggunaan bahan yadnya yang mengandung plastik, demi mewujudkan lingkungan yang bebas dari sampah” tutup Wayan Ardi Adnyana