Lagi Viral di Palu, Anak Tega Dicubit Orangtua Jika Jualan Tak Laku di Lampu Merah, Begini Temuan Polisi?

0
6

Palu,JurnalFokus.com – Viral anak berinisial AA dicubit orang tuanya jika jualan tak laku di lampu merah, di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Video itu beredar di media sosial warga Kota Palu dan sekitarnya sejak Selasa (9/3) malam.

Dalam video itu, terlihat personel Satpol PP Kota Palu menanyai seorang anak di bawah umur tentang perlakuan orangtuanya.

Si anak dalam video mengaku kalau dia mendapat kekerasan fisik jika jualannya tidak habis terjual.

Si anak dan kedua orang tuanya diketahui berjualan tisu dan kue semprong gulung di lampu merah atau traffic light Jl Diponegoro – Jl Imam Bonjol – Jl Wahid Hasyim Kota Palu.

Kasus dugaan tindak kekerasan terhadap anak di bawah umur itu langsung ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Palu.

Selasa malam, ayah anak tersebut yang berinisial RA dan istrinya inisial H dipanggil polisi ke Mako Polres Palu di Jl Pemuda Kelurahan Besusu Tengah, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu.

Keduanya dimintai keterangan dan mengaku telah melakukan tindakan kekerasan dengan mencubit kedua paha anaknya yang berinisial AA.

Tetapi RA dan H menjelaskan bahwa kekerasan itu tidak untuk memasa anaknya menjadi pengemis, melainkan untuk berjualan.

Kapolres Palu AKBP Riza Faisal, S.I.K.M.M membenarkan bahwa polres Palu telah menindak lanjuti dugaan kasus kekerasan anak di bawah umur tersebut sesuai dengan Lp-B/256/lll/2021/sulteng/resor palu , selasa 09 maret 2021.

“Kedua orang tuanya dikenakan Undang-undang perlindungan perempuan dan anak, tepatnya KDRT dan kekerasan anak di bawah umur,” jelas kapolres, Rabu (10/3/2021) siang.

Setelah mengakui kesalahannya dan bertobat, kedua orangtua AA itu berjanji tidak mengulanginya lagi.

Tindakan kepolisian bekerjasama dengan pihak dinas sosial kota palu dan DP3A Kota untuk melakukan pengawasan kepada kedua org tuanya agar tidak kembali melakukan kekerasan terhadap anak nya dalam bentuk apapun

Polisi akhirnya memperbolehkan keduanya pulang ke rumahnya.

“Tapi keduanya wajib lapor seminggu duakali,” kata kapolres.***

Firman

LEAVE A REPLY