Gubernur Longki : Pelantikan Pejabat di Sulteng Telah Disetujui Menteri Dalam Negeri, Simak Penjelasanya?

0
9

Palu,JurnalFokus.com – Gubernur Sulawesi Tengah, melantik dan melakukan pengukuhan pejabat nomenklatur baru, di Lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng, di kantor Gubernur Sulteng, di Jalan Samratulangi Palu, Rabu kemarin (10/3).

Usai melantik secara virtual, Gubernur Sulteng, Drs H Longki Djanggola MSi, mengawali sambutan, atas nama pribadi dan pemerintah provinsi sulawesi tengah mengucapkan selamat kepada pejabat yang baru saja dilantik dan dikukuhkan untuk mengisi struktur nomenklatur baru.

Kata dia, sebagaimana terbitnya aturan kementerian dalam negeri nomor 061/1505/otda tanggal 13 maret 2020 perihal persetujuan nomenklatur perangkat daerah di lingkungan pemerintah provinsi sulawesi tengah, yang telah ditindak lanjuti dengan ditetapkannya beberapa peraturan gubernur tentang perubahan struktur organisasi dan nomenklatur beberapa dinas, badan dan biro-biro di lingkungan pemerintah provinsi sulawesi tengah, yakni :

1. Pergub sulteng nomor 15 tahun 2020 tentang perubahan atas pergub nomor 2 tahun 2018 tentang pembentukan dan susunan organisasi upt rsud madani provinsi sulawesi tengah,

2. Pergub sulteng nomor 16 tahun 2020 tentang perubahan atas pergub nomor 3 tahun 2018 tentang pembentukan dan susunan organisasi upt rsud undata provinsi sulawesi tengah,

3. Pergub sulteng nomor 18 tahun 2020
Tentang perubahan atas pergub nomor 44 tahun 2016 tentang kedudukan dan susunan organisasi badan daerah,

4. Pergub sulteng nomor 19 tahun 2020 tentang perubahan kedua atas pergub nomor 43 tahun 2016 tentang kedudukan dan susunan organisasi dinas daerah.

5. Pergub sulteng nomor 20 tahun 2020 tentang perubahan kedua atas pergub nomor 1 tahun 2018 tentang kedudukan dan susunan organisasi upt dinas, upt badan dan cabang dinas.

6. Pergub sulteng nomor 21 tahun 2020 tentang kedudukan dan susunan organisasi sekretariat daerah, sekretariat dewan perwakilan rakyat daerah dan inspektorat daerah

Dia mengatakan, adapun dasar pelantikan dan pengukuhan ini adalah surat menteri dalam negeri nomor 821/1388/otda tanggal 3 maret 2021 hal persetujuan pengukuhan dan pelantikan pejabat administrator dan pejabat pengawas di lingkungan pemerintah provinsi sulawesi tengah.

“Maka hal ini telah mendorong dilaksanakannya pelantikan dan pengukuhan bagi pejabat-pejabat yang cakap dan layak menduduki nomenklatur baru tersebut,” ungkapnya.

Dia menambahkan, selanjutnya jika tidak dilakukan pelantikan dan pengukuhan untuk mengisi pos jabatan pada nomenklatur tersebut, hal ini akan berdampak pada pelaksanaan anggaran dan kegiatan yang sudah terprogram di dalam jabatan dimaksud.

“Pelantikan ini dalam hemat saya, adalah sebuah standar dalam rangka melakukan pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan supaya organisasi pemerintah daerah dapat bergerak lebih cepat, maupun substansi lainnya yaitu sebagai perwujudan pola pembinaan dan pengembangan karir asn yang pada gilirannya berkorelasi dengan peningkatan kinerja penyelenggaraan tugas dan pelayanan seorang abdi negara,” ungkapnya lagi.

Menurutnya, dengan telah dilantik dan dikukuhkannya saudara-saudari, dia berharap kiranya saudara-saudari dapat segera beradaptasi dan mempelajari apa yang menjadi tugas tanggungjawab barunya, demi hadirnya inovasi, kinerja dan kontribusi maksimal yang saudara-saudari eksekusikan melalui program kegiatan di unit kerja masing-masing.

Mari jadikan momentum pelantikan ini sebagai kesempatan saudara-saudari untuk berkarya dan membuktikan kemampuan masing-masing, tunjukkan dedikasi, loyalitas, semangat pengabdian dan kinerja yang tinggi, sehingga pemerintah daerah dapat dirasakan kehadirannya di tengah-tengah masyarakat.

“Jangan memilih-memilih pekerjaan berdasarkan tempat basah dan tempat kering, tunjukkan budaya kerja profesional, kuasai apa yang menjadi tupoksi dan kerjakan itu dengan penuh dedikasi dan semangat sesuai rencana target yang telah ditentukan, serta ingatlah keberhasilan dan kesuksesan pemimpin tidak mungkin diraih tanpa dukungan penuh dari bawahan. Oleh karena itu, bangun lah kebersamaan dan komunikasi dengan bawahan masing-masing dalam pelaksanaan tupoksi saudara-saudari,” pungkasnya.***

 

LEAVE A REPLY