3 Gedung Sekolah Belum Dibangun di Palu Menunggu Dokumen Ini, Simak Penjelasan PPK Strategis II

0
9

PALU – 3 gedung sekolah di lokasi berbeda tapi belum dikerja, yakni SDN 2 Talise, SDN 1 Talise, dan SDN 2 Inpres Talise. Ternyata menunggu Land Acquisition and Resetlement Action Plan (LARAP) dari pihak konsultan.

Demikian disampaikan Pelaksana Tugas (PLt) PPK Strategis II, Zulfikar ST MT, di Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulteng, Kementerian PUPR, kepada sejumlah wartawan terhimpun di Persatuan Wartawan/Jurnalis (Pena) Sulteng, baru- baru ini.

Zulfikar mengatakan, LARAP itu merupakan rencana tindak penanganan dampak sosial ekonomi akibat pengadaan tanah dan pemukiman kembali yang disyaratkan oleh Kebijakan Operasional Bank Dunia O.P.

“Untuk rencana pembangunan yang dibiayai Bank Dunia harus melalui mekanisme LARAP,” ungkap pria kelahiran Tawaeli itu.

Dia menjelaskan, gambaran LARAP tentang kondisi sosial ekonomi penduduk sebelum pengadaan lahan dan prediksi kondisi penduduk sesudah pelaksanaan pengadaan tanah.

“Rencana Pengadaan Tanah, seperti rencana sosialisasi, rencana survei, rencana pengukuran, rencana kesepakatan, dan rencana pembayarannya, dibahas dalam dokumen LARAP itu,” ungkapnya lagi.

Sekadar diketahui, bencana gempa dan tsunami sempat memporak-porandakan Palu, Sigi, dan Donggala, di 2018 lalu, mengakibatkan sejumlah fasilitas umum rusak, termasuk fasilitas pendidikan di sekolah.

Selang 2 tahun bencana itu berlalu, perbaikan sekolah digenjot pemerintah pusat akibat bencana di Sulteng ini, ternyata belum rampung. Bahkan, ada sekolah di Palu, sama sekali belum disentuh perbaikan.

Anehnya lagi, sejumlah sekolah di Palu itu, ternyata dimenangkan tender masuk di pekerjaan fase 1D, dan beredar informasi burung diduga pekerjaan itu dimulakan sejak Juni 2020 lalu.

Melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Direktorat Jenderal (Dirjen) Cipta Karya, Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulteng, Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Permukiman Sulteng, dengan menggunakan dana Loan Word Bank (Bank Dunia).

Akan tetapi, sesuai fakta di lapangan, kegiatan rehabilitasi dan rekontruksi fasilitas pendidikan dasar fase 1D, dengan pekerjaan 4 lokasi sekolah berbeda di Palu. Proyek Rp3,9 Miliar itu baru 1 titik sekolah dikerjakan, sedangkan 3 sekolah lagi jalan di tempat alias belum disentuh sama sekali.

Hal ini dibenarkan oleh kepala UPTD Dikjar Kota Palu, Hj Irma SPd MPd, saat dihubungi sejumlah media, Rabu (3/3) di kantornya di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Talise, Mantikulore, Kota Palu.

Irma mengatakan, rencana pembangunan 3 sekolah  di wilayahnya itu  sering diikutinya bersama pihak Kementerian PUPR, dalam hal ini BPPW Sulteng, namun realisasi pembangunan tidak ada.

“Sudah beberapa kali diundang rapat, tapi tidak ada kepastian kapan mulai dikerjakan,” ungkapnya.

Irma menambahkan, 3 pihak sekolah pun sudah siap dengan tawaran relokasi ke tempat yang telah ditentukan Kementerian PUPR, melalui BPPW Sulteng.

“Tiga sekolah SD ini di wilayah kerja saya, semua siap, jika memang di relokasi ke atas gunung, seperti yang pernah ditunjuk oleh PUPR. Tapi faktanya hingga kini tidak ada tindak lanjutnya,” tegasnya.

Sekadar diketahui, dalam paket fasilitas pendidikan dasar fase 1D itu, ada 4  sekolah menjadi sasaran rehab dan rekontruksi dalam mega proyek ini, (1) MAN model 2 Palu, (2). SDN 2 Talise, (3) SDN 1 Talise, (4) SDN 2 Inpres Talise.

Berdasarkan kontrak kerja, 4 item pekerjaan ini dibandrol dengan nilai kontrak anggaran sebesar Rp.39.679.317.000 (Tiga puluh sembilan milyar, enam ratus tujuh puluh sembilan juta, tiga ratus tujuh belas ribu rupiah). Sumber dana Loand Word Bank (WB)

Kurun waktu pekerjaan selama 210 hari kalender. Terhitung sejak tanggal 7 September 2020 sampai 4 April 2021.

Mega proyek ini dilaksanakan oleh PT Wijaya Karya Pracetak Gedung (Wika). Dengan konsultan supervisi adalah PT Yodha Karya.

Anehnya, dalam hasil investigasi dilapangan oleh awak media ini, pada Rabu (3/3/2021), dari jumlah 4 gedung itu hanya ada satu gedung sekolah yang saat ini dikerjakan yaitu Madrasah Aliyah Negeri (MAN 2).

Penulis : Firmansyah

 

LEAVE A REPLY