Program TMMD 110, Warga Kamalu Bersama Pasukan Danramil Dondo Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat

0
11

Laporan Syahar Lesmana, Kepala Biro Tolitoli

Program TMMD itu, secara umum dalam UU TNI diartikan sebagai membantu tugas pemerintahan di daerah, dari komitmen TNI Angkatan Darat untuk ikut membangun bangsa dan negara bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, secara sinergi dan berkesinambungan.

Program TMMD ini, berupa akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan, khususnya daerah tergolong tertinggal, terisolasi, perbatasan, dan daerah kumuh perkotaan, serta daerah lain yang terkena dampak akibat bencana.

Olehnya, program TMMD ini tidak lepas dari tugas pokok TNI menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila, dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa, dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

Sebab program, TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) adalah salah satu wujud Operasi Bhakti TNI, sebagai program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan Pemerintah Daerah, dilaksanakan secara terintegrasi bersama masyarakat, guna meningkatkan akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan, khususnya daerah  tergolong tertinggal, terisolasi, perbatasan, dan daerah kumuh perkotaan serta daerah lain yang terkena dampak akibat bencana itu.

TMMD sebagai bentuk pengabdian demi terwujudnya pertahanan negara di daerah tangguh, juga merupakan upaya TNI untuk berkontribusi melestarikan sejarah terutama nilai kemanunggalan TNI-Rakyat.

TMMD dapat dipandang sebagai tesis keterlibatan TNI dalam pembangunan pedesaan,  TMMD menjadi lompatan metodologi pembangunan yang mengacu pada kesederhanaan, kebersamaan, dan koordinasi lintas sektor fungsi dari beberapa instansi/lembaga.

Sehubungan dengan program TMMD 2021, Anggota TNI Koramil 1305 – 04 / Dondo, Kecamatan Ogodide, Kabupaten Tolitoli, Sulteng, bersama masyarakat Desa Kamalu, bergotong royong membangun jembatan alternatif  menghubungkan jalan kantong produksi sepanjang 10 KM.

Dimana jalan kantong produksi khusus pertanian itu menjadi sasaran utama dalam program TMMD Ke 110, Selasa (2/3).

Danramil Dondo, Pelda Irwan, mengatakan, jembatan alternatif tersebut dibangun untuk mempermudah akses masyarakat untuk sampai ke lokasi kebun warga Kamalu, dimana lokasi kebun warga terbelah oleh aliran sungai.

“Jembatan tersebut dibangun dengan bahan dasar batang kelapa sebagai badan jembatan, sekaligus penguat struktur bangunan,” Jelas Danramil Dondo pelda Irwan di lokasi TMMD ke 110 Pukul 15.30 Wita.

Irwan, Perwira TNI disegani itu, menjelaskan jembatan ini di perkirakan akan selesai dalam waktu 3 (Tiga) hari.

“Sehingga aktivitas kegiatan warga dalam mengerjakan jalan kantong produksi nantinya tidak terganggu, karna jembatan utama dalam proses penyelesain,” Ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kamalu, Rusli A Laindjong, mengatakan pembangunan jembatan ini sangat penting bagi keluar masuknya mobil yang mengankut material ke lokasi proyek Jalan.

“Jembatan ini pula bisa digunakan warga Kamalu ke kebun sebelum jembatan utama selesai pekerjaannya,” Jelas Kades Kamalu Rusli.

Kades menambahkan, untuk mempercepat pembangunan jembatan, Ketua RT dan Ketua RW mengerahkan sejumlah warga secara bergantian, agar jembatan alternatif itu bisa selesai tepat waktu.***

LEAVE A REPLY