Warga Soroti Sisa Material Pasir di Pelabuhan Dede, Rawan Lakalantas? Diduga Proyek Swakelola Satker PJN Wilayah 1

0
7

TOLITOLI – Proyek pekerjaan tembok penahan badan jalan nasional, di Pelabuhan Dede KM 3, tepatnya di jalan Hi Moh Saleh, Kelurahan Sidoarjo, Kabupaten Tolitoli, Sulteng, ternyata dikeluhkan warga setempat, khususnya bagi pengguna jalan.

Pasalnya, tumpukan sisa material sangat mengganggu aktifitas pengguna jalan lain baik kendaraan roda dua maupun roda empat, karena tumpukan material sudah mengambil sebagian badan jalan.

Diketahui, pengguna jalan dikeluhkan salah seorang warga di Tolitoli, Umar (35 ). Akan tetapi, warga Lalos itu mengakui pembuatan tembok penahan badan jalan baik, dan bermanfaat bagi masyarakat setempat.

Kata dia, namun pembuatan penahan jalan itu perlu diperhatikan yakni proses pembuatan. Karena material yang digunakan menganggu pengguna jalan.

“Material pasir dan kerikil diletakkan di pinggir jalan hingga ke badan jalan. Banyak yang mengeluhkan termasuk saya sendiri,” Jelas Umar kepada media ini, Minggu, (28/2).

Umar menambahkan, tumpukan material itu digunakan untuk pekerjaan tembok penahan tanah sangat mengganggu pengendara  melalui jalan tersebut.

“Sebab di sisi kanan arah masuk kita ke kabupaten Tolitoli dipenuhi pasir, kerikil, bak air, dan tanah galian. Belum lagi, rambu-rambu jalan bagi pengguna jalan tidak ada dipasang, sehingga dapat mengakibatkan kecelakaan lalu-lintas bila tidak hati-hati,” Beber Umar.

Menurut Umar, material yang berada di badan jalan sangat berbahaya ketika malam hari. Karena penerangan lampu jalan tidak ada, apa lagi dekat dari tikungan.

Senada dengan hal itu, Herman (48) warga lainya, mengatakan sisa material yang ada di bahu jalan pada proyek Swakelola BPJN XIV Palu, melalui Satker PJN Wilayah 1, pekerjaan pembangunan tembok penahan badan jalan menumpuk sangat mengganggu pengguna jalan khususnya pengendara roda dua.

“Sebab hampir setengah badan jalan tertutup tumpukan bahan material,”Jelas Herman.

Dikonfirmasi terpisah, Iwan selaku pengawas jalan nasional saat dihubungi via telepon selulernya, mengatakan pekerjaan tembok penahan itu tinggal plesteran baru selesai.

“Hari ini (Minggu,red) kita akan perintahkan tukangnya untuk dirapikan sisa materialnya,” Jelas Iwan lewat telepon selulernya.***

Laporan : Syahar/Kepala Biro Tolitoli

LEAVE A REPLY