Proses Belajar Tatap Muka Dimulai

0
12

JURNAL FOKUS – Dihari pertama proses belajar tatap muka sejumlah satuan pendidikan di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya terapkan protokol kesehatan secara ketat.

Proses belajar tatap muka ini, diperbolehkan setelah adanya Surat Edaran Bupati Kubu Raya pada tiga hari lalu untuk mengatur panduan penyelenggaraan pembelajaran dimasa pandemi Covid-19.

Salah satunya adalah Kepala SDN 7 Sungai Raya, Sujadi menuturkan membuka proses belajar tatap muka dengan cara mengatur dua kali pertemuan siswa dalam rangka menghindari keramaian antar siswa dan para orang tua yang menjemput.

Selain itu, mewajibkan siswa memakai masker dan mengatur jarak bangku dalam kelas 1,5 Meter.

“Secara seluruhnya ada 72 murid yang akan melakukan belajar tatap muka. Namun karena telah dibagi menjadi dua kali pertemuan pagi dan sore menjadi 36 murid,” terang Sujadi diruang kerjanya Sungai Raya, Senin (22/2).

Sujadi mengatakan pihak sekolah dan komite sekolah telah mempersiapkan lebih jauh proses belajar tatap muka kepada orang tua murid.

Lamanya waktu belajar secara daring selama pandemi membuat orang tua murid menyambut bahagia kebijakan proses belajar tatap muka kali ini.

“Mudah-mudahan proses belajar tatap muka ini tanpa halangan serta berjalan dengan baik seperti yang diharapkan oleh para orang tua juga komite sekolah,” harapnya.

Dikesempatan yang berbeda salah satu murid Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Sungai Raya, Novianti Hamidah mengaku berbahagia pada awal proses belajar tatap muka.

Adapun persiapan yang dilakukannya sebelum memasuki kelas mencuci tangan dengan sabun, membawa hand sanitizer serta memakai masker dikelas maupun diluar kelas.

“Lebih berbeda sih sekarang karena suasana kelas lebih sepi karena jadwal diatur menjadi dua shift,” terangnya.

Selama ini, kata murid kelas Sembilan ini, proses belajar jarak jauh menjadi hambatannya dalam memahami tugas dari gurunya. Teknisnya setiap wali kelas membuka kelas room di salahsatu aplikasi smartphone.

“Dari Jam delapan pagi hingga jam 10.00 wib. Hambatanya kalau waktu kouta internet sedang habis sehingga terputus dalam memahami mata pelajaran yang diberikan,” jelas Novianti.***

LEAVE A REPLY