20 Personil Polres Pasangkayu Kawal Vaksin Covid-19 Tahap II ke 14 Puskesmas


PASANGKAYU – Personil Polres Pasangkayu dipimpin Kabag Ops AKP, Iswan Mulyanto,  melakukan pengawalan Vaksin Covid-19, bersama 20 orang personil ke 14 UPT Se kabupaten Pasangkayu, Jumat Pagi (19/2).

Ke 14 UPT Puskesmas tersebut yakni UPT Puskesmas Sarjo, Bambalamotu, Lariang, Bulutaba, Baras 1, Baras 2, Sarudu 1, Sarudu 2, Duripoku, Dapurang, Pasangkayu 2, Tikke Raya, Pedongga dan RSUD Pasangkayu dengan total Sebanyak 678 Vial.

Saat memberikan Arahan kepada personil yang melakukan pengawalan AKP Iswan mengatakan ” Hari ini kita melakukan pengawalan Vaksin Covid-19 untuk tahap 2 ke 14 UPT se kabupaten Pasangkayu, di harapakan saat melaksanakan pengawalan agar selalu waspada dan jeli melihat situasi dilapangan.

Tugas rekan-rekan hanya mengawal Vaksin ini ke UPT yang telah di tentukan selanjutnya akan di lakukan pengamanan oleh Personil Polsek dan Bhabinkamtibmas didaerah tersebut”. Tuturnya.***

LAPORAN : TIM LIPUTAN/BIRO PASANGKAYU

Lahan Tidur Ditanami Jagung, Polsek Dako Pemean Bangun Kampung Tangguh


Tolitoli – Dalam rangka penguatan ekonomi masyarakat di tengah pandemi covid-19.

Personel Polsek Dako Pemean, Polres Tolitoli, Sulteng, membuka lahan tidur yang ada di dusun Lambagu, Desa Dongingis, Kecamatan Dako Pemean, Kabupaten Tolitoli.

Diketahui, Desa Dongingis merupakan program Kampung Tangguh Nusantara dibentuk oleh Polsek Dako Pemean Polres Tolitoli, dari gagasan Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit untuk membantu perekonomian warga dalam menghadapi dampak pandemi covid-19.

Kapolsek Dako Pemean, Ipda Ade Irfan Rivai Kurnia S.Tr.K mengatakan, lahan tidur yang dibuka itu selanjutnya ditanami jagung serta tanaman palawija.

“Kami akan terus berusaha memanfaatkan lokasi-lokasi yang bisa digunakan untuk ketahanan pangan untuk memberikan lapangan kerja kepada masyarakat yang terdampak pandemi covid-19” kata Kapolsek Dako Pemean.***

Laporan : Syahar/Kepala Biro Tolitoli

Polres Pasangkayu Buka Pengaduan Secara Online, Kapolres : Semoga Pelayanan Lebih Baik Lagi


PASANGKAYU – Untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat bersih dan transparan, maka Polres Pasangkayu membuka Pengaduan Secara Online, di Website Polres Pasangkayu, Senin Pagi, (1/3).

Pengaduan itu dibuka sebagai wujud perkembangan teknologi, dimana Polres Pasangkayu, memiliki Website siap menampung masukan dan kritikan.

Serta aduan masyarakat (Dumas) terkait kinerja kepolisian khusus di Polres Pasangkayu dan jajarannya.

Saat ditemui di ruangannya, Kapolres Pasangkayu AKBP Leo H.Siagian S.I.K, M.Sc mengatakan, bahwa pengaduan dibuka di Website Polres Pasangkayu ini adalah bentuk Inovasi Polri Presisi.

Kata dia, dimana masyarakat bisa melakukan complain terhadap tindakan kepolisian, yang dilakukan diluar aturan serta bentuk transparansi Polri dalam membentuk sistem pengawasan.

“Dimana masyarakat dengan cepat, mudah, dan terukur dapat melaporkan segala gerak gerik personil Polri yang melanggar aturan,” ungkapnya.

Dengan adanya, Pengaduan itu, dia berharap Polri khusus di Polres Pasangkayu lebih baik lagi dalam melayani masyarakat, dan pelapor akan dirahasiakan, dan memberikan Reward apabila laporan tersebut terbukti.***

Laporan : Kepala Biro Pasangkayu

Longsor Tambang Emas Ilegal di Desa Burangga, Penambang Jadi Korban


JURNAL FOKUS – Tanah longsor terjadi di lokasi tambang ilegal yang berlokasi di Desa Burangga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (24/2), pukul 18.30 waktu setempat. Lokasi penambangan ini dikelola oleh warga yang berada di Dusun 5.

Longsor yang melanda lokasi penambangan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka yang melakukan aktivitas penambangan.

Data BPBD Kabupaten Parigi Moutong per Kamis (25/2), pukul 09.00 WIB, tiga warga dilaporkan meninggal dunia, 5 lainnya masih dalam pencarian.

Sedangkan penambang yang selamat dari insiden ini berjumlah 15 orang. BPBD setempat masih melakukan pendataan terkait dampak tanah longsor.

BPBD Kabupaten Parigi Moutong telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Sulteng, Basarnas, TNI, Polri, Dinas Sosial Provinsi Sulteng, PMI Kabupaten Parigi Moutong dan aparat desa setempat untuk melakukan evakuasi dan pendataan. Alat berat dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi.

Longor dipicu salah satunya intensitas hujan tinggi dan struktur tanah yang labil di lokasi penambangan. Hujan teridentifikasi terjadi sejak pukul 17.00 waktu setempat.

Kemudian sekitar 30 menit kemudian, longsor mulai terjadi karena air dari talang mengalir menuju lubang galian. Pada saat itu, sebagian penambang telah menyelamatkan diri namun sebagian lain tetap bertahan untuk mendulang pada sisi tumpukan dan sudut galian tanah yang terjal.

Berdasarkan laporan kronologi di lapangan, pengelola mengerahkan 4 ekskavator dengan sistem rilei material sekitar pukul 08.00 pagi.

Keempat ekskavator diperuntukkan 1 unit untuk penggalian dan sisanya memindahkan material ke talang untuk diolah.

Sebanyak 100 orang melakukan penambangan ke lubang galian. Pada sore hari, penambang terus berdatangan karena hasil emas di lubang galian cukup banyak sehingga warga berhimpitan untuk mendapatkan material dengan diameter yang relatif tidak terlalu besar.

Sekitar pukul 18.30 Wita, warga mendulang tertimbun tanah tumpukan material yang berada pada sudut galian yang terjal dengan ketinggian material mencapai sekitar 20 meter, diperkirakan sekitar 30 orang tidak bisa menghindar dan terjatuh saat akan menyelamatkan diri.

Laporan malam tadi (24/2) dari petugas di lapangan, sekitar 30 orang tertimbun dan belum dapat dievakuasi. Hal tersebut disebabkan galian lubang yang cukup dalam.

Di samping itu, air yang berada di lubang galian cukup besar dan tanah tumpukan material yang berada di lokasi kejadian.

Warga atau penambang yang berhasil dievakuasi segera diantar menuju Puskesmas Ampibabo. Selanjutnya warga meninggal dunia telah dibawa ke keluarga korban.***

Gempa 5,2 M Halmahera Selatan, Kerusakan Rumah Warga di 6 Kecamatan? Begini Infonya


JURNAL FOKUS – Enam kecamatan di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, terdampak gempa M5,2.

Pendataan kerusakan akibat peristiwa ini masih berlangsung di lapangan. Guncangan akibat gempa magnitudo 5,2 tidak mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Data BNPB per 28 Februari 2021, pukul 18.00 WIT, mencatat gempa M5,2 berdampak di enam kecamatan, yaitu Kecamatan Bacan, Bacan Selatan, Bacan Barat, Bacan Timur, Bacan Barat Utara dan Bacan Timur Tengah. Jumlah rumah telah teridentifikasi namun belum terklasifikasi tingkat kerusakan.

Jumlah kerusakan rumah warga terbanyak berada di Kecamatan Bacan sebanyak 224 unit, Bacan Selatan 127, Bacan Timur 47, Bacan Barat Utara 11, Bacan Timur Selatan 9 dan Bacan Timur Tengah 9.

Selain kerusakan rumah, gempa berdampak pada kerusakan fasilitas publik, di antaranya sarana ibadah. Sarana ibadah rusak di Kecamatan Bacan sebanyak 4 unit dan Bacan Selatan 1.

Sedangkan sarana pendidikan, 2 unit mengalami kerusakan di Kecamatan Bacan. Pada fasilitas kesehatan, kerusakan masing-masing 1 unit di Kecamatan Bacan dan Bacan Selatan.

Berdasarkan data di lapangan, gempa juga berdampak pada korban luka-luka dengan kategori ringan sebanyak 10 orang, sedangkan warga yang mengungsi disebabkan trauma setelah mengalami guncangan gempa.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan telah mendirikan tenda pengungsi, seperti di halaman RSUD Labuha. Di samping itu, BPBD juga mendistribusikan bantuan logistik kepada warga terdampak.

BPBD Provinsi Maluku Utara telah memberikan bantuan logistik permakanan, sedangkan stok logistik permakanan masih mencukupi sampai dengan 14 hari ke depan.

Pantauan Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB menyebutkan tantangan yang dihadapi dalam masa darurat yaitu lokasi terdampak yang sulit dijangkau dan jaringan komunikasi.

TRC BNPB yang telah tiba di lokasi segera memberikan pendampingan dalam aktivasi pos komando penanganan darurat. Selain itu, tim membantu kaji cepat dampak kerusakan akibat gempa di Desa Amasing Kota Utara, Kecamatan Bacan.

Sebelumnya, BNPB melaporkan bahwa gempa bumi dengan magnitudo 5,2 terjadi pada Jumat (26/2), pukul 18.02 WIB. Gempa memicu guncangan kuat hingga warga Labuha di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, merasakannya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Utara melaporkan guncangan kuat dirasakan warga di Desa Labuha.

Guncangan kuat terjadi selama 2 hingga 3 detik di desa tersebut. Warga sempat panik dan berhamburan keluar rumah akibat guncangan kuat. BPBD setempat juga melaporkan bahwa lampu padam.

Sementara itu, Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis parameter gempa M5,2 terjadi pada kedalaman 10 km.

Pusat gempa berada 11 km timur laut Labuha di wilayah Provinsi Maluku Utara. Berdasarkan pemodelan, gempa ini tidak memicu terjadinya tsunami.

Melihat parameter guncangan gempa yang diukur dengan MMI atau Modified Mercalli Intensity, guncangan menunjukkan IV MMI di Labuha.

BMKG mendeskripsikan IV MMI sebagai situasi pada siang hari dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah dan luar rumah, kemudian gerabah pecah, jendela dan pintu berderik serta dinding berbunyi.***

Ruas Jalan Trans Sulawesi Putus Total di Galang, Diduga Belum Ditangani Serius Pihak BPJN XIV Palu?


TOLITOLI – Kondisi ruas jalan poros nasional Trans Sulawesi, di Kecamatan Galang, Tolitoli, Sulteng, menghubungkan dua kabupaten, Tolitoli- Buol, dikabarkan putus total.

Sehingga jalur transportasi darat lumpuh total, dan poros Trans Sulawesi itu putus, akibat ambruknya jembatan setempat sepanjang 3 Meter.

Adris (45 ), salah seorang pengguna jalan menyayangkan lambatnya penanganan serius dari instansi terkait.

“Pada hal kejadian ini, sudah 3 hari, tapi belum ada penanganan
jelas,” ungkap Adris, kepada Media online Jurnal Fokus, Minggu, ( 28/2).

Dia berharap, agar secepatnya dari Dinas terkait menindak lanjuti dengan Ambruknya jalan poros ini, agar pengguna jalan lainnya tidak terlalu jauh memutar.

“Sehingga untuk sampai ke tempat tujuan tidak perlu lagi kita memutar,”
terang Adris dengan penuh harap.

Dari Pantauan Jurnal Fokus di lapangan, ambruknya deker sepanjang 3 Meter itu, karena deker tersebut sudah tidak layak lagi untuk digunakan, sementara di lapangan belum ada aktifitas hanya 10 batang kelapa yang ada.***

Laporan : Syahar/Kepala Biro Tolitoli

FDT 37 Pasangkayu, Briptu Azhar : Target Kita Bakti Sosial Tiap Bulan


PASANGKAYU – Sejak terpilih secara Aklamasi menjadi Ketua Angkatan Februari Dua Ribu Tiga Belas, atau disingkat FDT 37 Pasangkayu.

Briptu Ahmad Azhar Asyhari, menargetkan akan melaksanakan Bakti Sosial (Baksos), setiap bulan, di masa pandemi Covid-19.

Bantuan sosial itu dilaksanakan pada Sabtu Sore, (27/2).

Bakti Sosial, sebagai bentuk perhatian anggota Polri, khusus angkatan 37 kepada masyarakat kurang mampu, di tengah pandemi Covid-19, yang belum berkesudahan.

Sehingga dirasa perlu untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom.

Saat memaparkan di depan Angkatan 37 Briptu Azhar, mengatakan terima kasih kepada rekan-rekan sekalian atas kesempatan yang diberikan untuk menjabat Selaku ketua FDT 37.

“Dimana momen Anniversary ini dijadikan momentum menunjuk Ketua Baru, setelah sebelumnya Briptu Rifki Al Idrus pindah tugas ke Polresta Mamuju,” ungkapnya.

“Harapan kami, ke depan kita menargetkan melakukan Baksos setiap bulan sekali,” ungkapnya lagi.

Menurutnya, untuk membantu masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19, dimana biaya iuran bulanan digunakan untuk membeli bahan sembako, yang selanjutnya disalurkan kepada masyarakat kurang mampu, itu pun Survei supaya tersalur tepat sasaran.***

Laporan : Kepala Biro Pasangkayu

126 Huntap di Desa Bangga Ditempati, Sekda Sigi : Yang di Huntara Segera Pindah ke Huntap

126 Huntap di Desa Bangga

SIGI – Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sigi, Muh Basir Lainya, menghadiri serah terima 126 Hunian Tetap (Huntap) permanen tahan gempa teknologi balutan forrocement, dari Yayasan Sheep Indonesia, di Desa Bangga, Dolo Selatan, Sabtu (27/2).

Sekda Muh Basir, menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak Yayasan Sheep Indonesia, yang telah membantu Pemda Sigi, dalam pemulihan infrastruktur akibat gempa bumi dan likuifaksi 2018 lalu.

“Pembangunan Huntap ini adalah bagian dari penanganan bencana akibat gempa bumi dan likuefaksi khususnya kepada warga masyarakat yang selama ini di tempatkan di hunian sementara,”ungkapnya.

Pemda Sigi, kata Sekda, sangat bersyukur karena warga yang selama ini menempati Huntara segera menempati Huntap telah dibangun.

“Kita berharap kiranya hunian ini benar-benar difungsikan, di rawat dan gunakan dengan baik,” harap Sekda.

Hadir dalam penyerahan tersebut Dra. Mona Saroinsong, MA, selaku program meneger Sheep Indonesia CSSDRP, Kadis PMD, Plt kadis PU, Camat Dolo Selatan, Kades dan Sekdes.

Penulis : Ardi

Diduga Pakai Sabu, Wanita di Desa Boya Baliase Ditangkap Polisi


SIGI – Sat Narkoba Polres Sigi, kembali mengamankan diduga pelaku penyalahgunaan narkotika, jenis sabu, di wilayah hukumnya, di Sigi, Sulteng.

Kali ini, warga Desa Boya Baliase, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, berinisial RH, berurusan dengan polisi.

Wanita 44 tahun ini, diamankan di desa asalnya, Desa Boya Baliase, Sabtu kemarin (27/2) sekitar pukul 16.00 wita.

“Wanita berinisial RH ini kami amankan dengan dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu,” ungkap Kasat Narkoba, Iptu Jani Sagala, Minggu (28/2).

Iptu Jani Sagala, menjelaskan, dugaan kasus penyalahgunaan narkotika ini terungkap, berawal dari informasi yang diterima oleh pihak Sat Narkoba Polres Sigi.

Dari tangan RH, polisi mengamankan barang bukti sebanyak 5 Paket yang di duga sabu dengan berat bruto 1,09 gram.

Selain itu, kata dia, barang bukti lain juga berhasil diamankan berupa 2 buah sendok sabu yang terbuat dari pipet, 3 unit handphone, 1 buah timbangan digital, 20 plastik bening kosong, 1 buah alat hisap bong dan Uang tunai Rp.1.800 ribu yang diduga hasil penjualan sabu.

“Saat ini terduga pelaku bersama barang bukti telah diamankan di Sat Narkoba Polres Sigi untuk proses lebih lanjut,” ujarnya.

Penulis : Ardi

Warga Soroti Sisa Material Pasir di Pelabuhan Dede, Rawan Lakalantas? Diduga Proyek Swakelola Satker PJN Wilayah 1


TOLITOLI – Proyek pekerjaan tembok penahan badan jalan nasional, di Pelabuhan Dede KM 3, tepatnya di jalan Hi Moh Saleh, Kelurahan Sidoarjo, Kabupaten Tolitoli, Sulteng, ternyata dikeluhkan warga setempat, khususnya bagi pengguna jalan.

Pasalnya, tumpukan sisa material sangat mengganggu aktifitas pengguna jalan lain baik kendaraan roda dua maupun roda empat, karena tumpukan material sudah mengambil sebagian badan jalan.

Diketahui, pengguna jalan dikeluhkan salah seorang warga di Tolitoli, Umar (35 ). Akan tetapi, warga Lalos itu mengakui pembuatan tembok penahan badan jalan baik, dan bermanfaat bagi masyarakat setempat.

Kata dia, namun pembuatan penahan jalan itu perlu diperhatikan yakni proses pembuatan. Karena material yang digunakan menganggu pengguna jalan.

“Material pasir dan kerikil diletakkan di pinggir jalan hingga ke badan jalan. Banyak yang mengeluhkan termasuk saya sendiri,” Jelas Umar kepada media ini, Minggu, (28/2).

Umar menambahkan, tumpukan material itu digunakan untuk pekerjaan tembok penahan tanah sangat mengganggu pengendara  melalui jalan tersebut.

“Sebab di sisi kanan arah masuk kita ke kabupaten Tolitoli dipenuhi pasir, kerikil, bak air, dan tanah galian. Belum lagi, rambu-rambu jalan bagi pengguna jalan tidak ada dipasang, sehingga dapat mengakibatkan kecelakaan lalu-lintas bila tidak hati-hati,” Beber Umar.

Menurut Umar, material yang berada di badan jalan sangat berbahaya ketika malam hari. Karena penerangan lampu jalan tidak ada, apa lagi dekat dari tikungan.

Senada dengan hal itu, Herman (48) warga lainya, mengatakan sisa material yang ada di bahu jalan pada proyek Swakelola BPJN XIV Palu, melalui Satker PJN Wilayah 1, pekerjaan pembangunan tembok penahan badan jalan menumpuk sangat mengganggu pengguna jalan khususnya pengendara roda dua.

“Sebab hampir setengah badan jalan tertutup tumpukan bahan material,”Jelas Herman.

Dikonfirmasi terpisah, Iwan selaku pengawas jalan nasional saat dihubungi via telepon selulernya, mengatakan pekerjaan tembok penahan itu tinggal plesteran baru selesai.

“Hari ini (Minggu,red) kita akan perintahkan tukangnya untuk dirapikan sisa materialnya,” Jelas Iwan lewat telepon selulernya.***

Laporan : Syahar/Kepala Biro Tolitoli

Kwarcab Pramuka Tolitoli Bagi Sembako di Ponpes Desa Siapo, Begini Infonya?


Tolitoli – Sebagai upaya meringankan beban pemerintah dalam membantu masyarakat, yang terkena dampak dari pandemi Covid-19.

Maka Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Tolitoli, ikut memberikan bantuan berupa paket sembako.

Melalui aksi sosial ‘Pramuka Peduli’, penyaluran bantuan sembako itu diberikan dengan sasaran kepada Anak Santri yang ada di Pondok Pesantren Madinatul Ilmi ( Ponpes ) yang ada di Desa siapo, kecamatan Baolan.

Para pendidik ada dalam Pondok Pesantren, yang sangat membutuhkan, akibat dampak dari mewabahnya Virus Corona – 19, di Kabupaten Tolitoli saat ini.

Dengan di Nakodai Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Tolitoli Endi Zulfikar Sebanyak 100 paket sembako dibagikan.

“Kami meminta maaf kepada para anak Santri serta para pendidik di Ponpes ini, karna bantuan disalurkan ini belum memenuhi dari harapan di karnakan keterbatasan anggaran ,” Terang Endy zulfikar, selaku Ketua Kwarcab Kabupaten Tolitoli, usai menyerahkan Bantuan Sembako kepada para anak santri, Sabtu, (27/2).

Pada saat penyaluran Sembako yang di dampingi para pengurus kwarcab Kabupaten Tolitoli diantaranya Cabang Binaswa Putra, Marowadi, Spd. Rusni Syahril Spd.

Terpisah, Marowadi,SPd, mengatakan, adanya aksi sosial Pramuka peduli berupa pembagian paket sembako tersebut, juga didasarkan atas kesepakatan bersama para pengurus kwarcab.

“Pendistribusian dilakukan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan, Anak Santri yang sangat membutuhkan, Terlebih sejak merebaknya pandemi Covid-19 memberikan dampak yang sangat terasa,”Jelas Marowadi dengan Penuh Haru.

Hal Senada juga dikatakan Rusni, dengan adanya aksi Pramuka peduli ini, setidaknya dapat membangun rasa semangat untuk bergotong royong, saling membantu maupun saling berbagi meringankan beban antar sesama di masa pandemi.

“Untuk semua anggota Pramuka di Kabupten Tolitoli , mari kita menumbuhkan semangat sosial dan rasa peduli di tengah situasi seperti sekarang,”Harap Rusni.***

Laporan : Syahar/Kepala Biro Tolitoli

error: Content is protected !!